Tips bikin suatu Logo

22502

Banyak perusahaan yang sukses setelah mengganti logo bisnisnya. Contohnya, Bank BII, Bank Danamon, dan Bank BNI. Ada apa di balik logo? Bagaimana cara menganalisa logo bisnis Anda sendiri? Fenomena apa yang ada di balik sebuah logo sehingga menganalisa logo menjadi begitu penting? Banyak perusahaan yang percaya bahwa logo adalah wajah perusahaan di masa sekarang sekaligus sebagai cerminan wajah yang termaktub di masa depan. Logo adalah perasaan dan pikiran sebuah institusi atau perusahaan. Dan karenanya harus senantiasa menyiratkan motivasi dasar sebuah perusahaan, yakni keberuntungan. Logo dianggap menyiratkan keberuntungan bila unsur-unsurnya sesuai dengan Feng Shui (kan yu) atau Hong Shui. Cara Menganalisa Sendiri Dalam sebuah logo, ada beberapa hal yang perlu dianalisa atau diperhitungkan secara Feng Shui. Yakni: Bentuk Logo Secara umum, ada lima bentuk yang sering digunakan dalam sebuah logo atau merk dagang. Yakni, bentuk segi empat, segi tiga, lingkaran, bentuk memanjang, dan bentuk zig-zag. Dalam Feng Shui, penggabungan dua atau lebih bentuk-bentuk tersebut haruslah dengan perhitungan yang matang. Penggabungan atau kombinasi yang salah hanya akan membawa hasil yang merugikan. Misalnya, bila bentuk lingkaran dipadukan dengan bentuk segi tiga. Kombinasi ini dianggap merugikan karena bentuk lingkaran mewakili unsur emas sementara bentuk segi tiga mewakili unsur api. Hasil yang menguntungkan akan diperoleh bila lingkaran tersebut dipadukan dengan bentuk segi empat. Unsur emas (lingkaran) dan tanah (segi empat) merupakan salah satu kombinasi bentuk yang menguntungkan. Warna Logo Warna merupakan elemen penting dalam sebuh logo atau merk dagang. Selain menambah keseimbangan, warna juga bisa mewakili suatu makna yang ingin diungkapjelaskan. Juga sangat bermanfaat ditinjau dari aspek artistik. Dalam Feng Shui, ada warna-warna tertentu yang tidak cocok ditinjau dari tipe bisnis. Misalnya, warna hijau unsur kayu) tidak cocok untuk lembaga-lembaga keuangan, bank, saham, dan pialang sekuritas. Warna yang cocok adalah warna kuning atau kekuningan (unsur tanah). Warna terkadang juga digunakan untuk menyiratkan falsafah atau cita-cita pemilik logo atau merek dagang. Misalnya, warna merah menyiratkan falsafah kegembiraan dan keberuntungan. Warna biru menyiratkan sprritualisme dan berkah. Dari segi perpaduan, ada warna-warna tertentu yang tidak bisa dipadukan karena dianggap merugikan. Misalnya, warna merah (unsur api) dan hitam (unsur air). Atau putih ( unsur emas) dan hijau (unsur kayu).Selain itu, perpaduan warna haruslah senantiasa seimbang dalam kandungan yin(warna-warna lembut) dan yang(warna-warna hangat). Huruf Logo Huruf seringkali merupakan bagian dari logo atau merek dagang. Dalam Feng Shui, penggunaan huruf sangatlah ditentukan oleh dua pertimbangan. Yakni, pertimbangan keseimbangan dan pertimbangan kecocokan. Dalam pertimbangan keseimbangan, setiap huruf digolongkan dalam kategori yin dan yang. Untuk mencapai keseimbangan yang menguntungkan, kombinasi huruf ( inisial atau huruf penuh) haruslah mengandung unsur yin dan yang dalam porsi yang sama.Misalnya, huruf ‘A’ akan seimbang bila dipasangkan dengan huruf ‘C’. Huruf ‘A’ tergolong yin dan huruf ‘C’ tergolong yang. Huruf ‘t’ cocok bila dipasangkan dengan huruf ‘K’, ‘L’, ‘O’, atau ‘S’ karena huruf ‘t’ tergolong yin dan huruf ‘K’, ‘L’, ‘O’ serta ‘S’ tergolong yang. Dari segi perpaduan unsur, setiap huruf digolongkan dalam lima unsur. Yakni, unsur emas, kayu, air, api, dan tanah. Karenanya, kombinasi huruf haruslah sesuai dengan kelima unsur tersebut. Misalnya, huruf ‘b’, ‘f’, ‘h’, ‘m’, ‘p’ (unsur air )cocok bila dipadukan dengan huruf ‘c’, ‘q’, ‘r’, ‘s’, ‘x’, ‘z’ (unsur emas) dan ‘a’, ‘w’, ‘y’, ‘o’, ‘I’, ‘u’, ‘v’ (unsur tanah). Dari tipe bisnis, penggunaan huruf juga harus sesuai dengan tipe bisnis tertentu. Misalnya, bisnis yang berhubungan dengan makanan/minuman cocok bila menggunakan huruf ‘D’, ‘J’, ‘L’, ‘N’, ‘T’, atau ‘Z’ sebagai huruf penuh atau bagian dari inisial inisial nama. Angka Logo Sama halnya dengan huruf, angka yang biasanya merupakan bagian dari suatu logo atau merk dagang tidak terlepas dari prinsip-prinsip Feng Shui. Ada angka-angka tertentu yang sebaiknya tidak digunakan oleh tipe bisnis tertentu bila ingin hasil yang menguntungkan. Misalnya, angka ‘9’, ‘6’, ‘7’, dan ‘5’ sebaiknya tidak digunakan oleh usaha yang berhubungan dengan agrobisnis, studio seni, dan studio desain. Angka yang cocok adalah angka ‘8’. Angka-angka juga dikategorikan dalam lima unsur. Yakni, unsur api, tanah, emas, kayu, dan air. Penggabungan dua angka atau lebih harus memperhitungkan unsur-unsur tersebut. Angka ‘5’ dan ‘6’, misalnya, tidak bisa dikombinasikan karena angka ‘5’ adalah unsur tanah, dan ‘6’ adalah unsur air. Begitu pun dengan angka ‘7’ (unsur api) dan ‘9’ (unsur emas). Ukuran Logo Perbandingan ukuran penempatan logo dalam media (kartu nama, kop surat, dan sebagainya) juga tidak terlepas dari prinsip-prinsip Feng Shui. Dalam Feng Shui, perbandingan ukuran yang menguntungkan haruslah mengandung unsur yin dan yang. Ukuran 86 X 69 cm, misalnya, dianggap tepat karena ’86’ mewakili unsur yin dan ’69’ mewakili unsur ‘yang. Ukuran 86 X 62 cm bukanlah ukuran yang menguntungkan karena baik ’86’ maupun ’62’ sama-sama mewakili unsur yin. Simbol Logo Simbol (tanaman, hewan, fenomena alam, bentuk geometri, dan lain-lain) juga sering dijadikan bagian dari sebuah logo. Dalam Feng Shui, setiap simbol mewakili makna tertentu. Misalnya, simbol riak air mewakili makna kekayaan. Simbol burung elang mewakili makna kekuatan. Pemakaian simbol haruslah memperhitungkan falsafah dan visi perusahaan. Kesalahan pemakaian simbol hanya akan membawa hasil yang merugikan. Syarat Logo/Merk Dagang yang Baik dan Menguntungkan : Sesuai dengan prinsip-prinsip Feng Shui dalam hal bentuk, warna, kombinasi huruf, angka, simbol, dan ukuran. Mewakili citra serta mencerminkan aktivitas dan fungsi yang dilogokan. Logo harus mencerminkan citra positif dengan cara memaksimalkan pesan-pesan yang menguntungkan dalam bentuk lambang dan gambar. Sederhana dengan elemen yang seminimal mungkin. Menurut pakar komunikasi visual, mata manusia memiliki kemampuan yang menyerap hanya dalam jumlah terbatas elemen-elemen yang tidak saling berhubungan. Jika dihadapkan pada terlalu banyak elemen, mata manusia akan sulit mengerti dan menolak imajinasi yang diciptakan. Orisinal. Sebuah logo haruslah asli dan orisinal, tidak sama atau terlihat sama dengan logo lain yang sudah pernah ada. Karena itu, sebuah logo haruslah didesain dengan hati-hati dengan meneliti referensi logo lain yang sudah ada. Mengandung nilai-nilai artistik. Seorang desainer logo harus berusaha keras untuk memberi ekspresi penuh pada desain yang diciptkannya agar dapat memproduksi logo yang efektif dan enak dipandang. Ukuran, bentuk, warna, dan mudahnya logo dibaca harus dipertimbangkan dengan hati-hati untuk mencapai keanggunan dan keindahan.

Iklan

About this entry